Lombokpost – Kabar gembira bagi lulusan MTs dan SMP di NTB. MAN 1 Mataram resmi membuka Kelas Insan Cendekia dalam Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) tahun ajaran 2026/2027. Program ini diumumkan bersamaan dengan dibukanya PMBM Jalur Prestasi yang dijadwalkan berlangsung 2 hingga 4 Maret mendatang.

Kehadiran Kelas Insan Cendekia MAN 1 Mataram menjadi daya tarik utama PMBM tahun ini. Program ini dirancang mencetak siswa unggul di bidang sains dan teknologi, tanpa meninggalkan penguatan karakter dan nilai religius.

Kepala MAN 1 Mataram Lalu Syauki mengatakan, PMBM diawali melalui jalur prestasi sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) dan kesepakatan Kanwil Kemenag NTB.

“Untuk tanggal 2 sampai 4 Maret ini, yang kami buka adalah jalur prestasi, akademik maupun non-akademik,” ujar Syauki, Rabu (25/2). 

Dalam PMBM tahun ini, MAN 1 Mataram membuka tiga jalur utama, yakni jalur prestasi, jalur reguler, dan jalur afirmasi. Namun, jalur prestasi menjadi pembuka seleksi dan diprediksi paling diminati. Terutama karena terintegrasi dengan program Kelas Insan Cendekia yang mengadopsi kurikulum madrasah prestasi nasional.

Konsep Kelas Insan Cendekia MAN 1 Mataram mengacu pada sistem pembelajaran madrasah Insan Cendekia yang telah berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Kurikulum ini menitikberatkan pada penguatan sains, teknologi, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, serta pendalaman konsep keagamaan.

Sistem pembelajaran ini menggunakan metode blok untuk mata pelajaran tertentu. Skema ini memungkinkan siswa fokus mempersiapkan diri menghadapi berbagai ajang kompetisi, seperti olimpiade fisika, kimia, biologi, hingga lomba debat Bahasa Inggris.

Dengan model pembelajaran tersebut, Kelas Insan Cendekia diharapkan mampu melahirkan siswa berdaya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional.

Untuk tahap awal, kata Syauki, MAN 1 Mataram menargetkan minimal satu kelas dan maksimal tiga kelas untuk program Kelas Insan Cendekia. Setiap kelas diisi minimal 24 siswa dan maksimal 36 siswa sesuai Juknis yang berlaku.

Meski program ini tergolong baru, seleksi masuk dipastikan ketat. Calon peserta harus melalui treatment tes khusus untuk mengukur passing grade dan kemampuan akademik. Langkah ini diambil demi menjaga kualitas lulusan agar benar-benar siap bersaing dalam berbagai kompetisi sains dan akademik.

“Dengan hadirnya Kelas Insan Cendekia ini kami ingin menjadikan MAN 1 Mataram sebagai madrasah unggulan di NTB yang tidak hanya kuat dalam akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai religius,” pungkas Syauki.