Team akselerasi wakaf uang Kota Mataram melakukan sosialisasi dan mengumpulkan wakaf uang dari bapak/ibu guru, staff TU dan siswa-siswi MAN 1 Mataram. Team akselerasi terdiri dari Kementerian Agama Kota Mataram, Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Nazhir Wakaf Uang (MIM Foundation), Lembaga Keuangan Syari’ah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), Bank NTB Syari’ah, Bank Indonesia NTB, dan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK). Tujuan utamanya adalah untuk menjadikan wakaf uang sebagai bagian dari gerakan ekonomi syariah yang lebih besar, serta sebagai solusi untuk pengentasan kemiskinan dan pengembangan masyarakat. Beberapa strategi yang diusulkan meliputi kampanye edukasi publik yang masif, pemanfaatan teknologi digital, dan peningkatan kapasitas pengelolaan wakaf oleh nazhir. Kegiatan ini diselenggarakan dalam upaya mendorong partisipasi aktif pengelolaan dana keagamaan.

Kantor Kementerian Agama Kota Mataram menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Wakaf Uang bagi ASN dan hubbu Sedekah bagi siswa madrasah pada hari Jum’at, 19 September 2025, bertempat di Lapangan terbuka MAN 1 Mataram. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram, H. Hamdun, S. Ag., M.HI,

Kegiatan ini diawali dengan kata pengantar yang disampaikan Plt. kepala MAN 1 Mataram, Sumber Hadi, S. Ag., M. Ag. Ia berharap program ini dapat diteruskan di lingkungan madrasah. “Kami mohon kepada dewan guru dan Staff TU untuk mengarahkan siswa agar ikut serta dalam kegiatan hubbu Sedekah secara sukarela dan sadar,” ujarnya.

Selanjutnya sambutan Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram. Dalam sambutannya, H. Hamdun menyatakan dukungannya terhadap program wakaf uang dan gerakan sedekah sebagai bentuk nyata kontribusi ASN dan pelajar dalam pemberdayaan ekonomi umat. “Wakaf uang memiliki potensi besar dalam memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat luas. Ini harus kita dukung bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, H. Hamdun menambahkan bahwa bila program wakaf uang bagi ASN dan hubbu Sedekah bagi pelajar ini benar-benar diimplementasikan secara berkelanjutan, maka akan membawa dampak besar bagi umat. “Jika benar-benar diterapkan secara konsisten, ini akan sangat membantu, baik di masa sekarang maupun masa depan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Mataram Hj. Ida suriyati, berharap agar program wakaf ini dapat dikembangkan secara lebih sistematis dan terkelola dengan baik. “Harapan kami, pengumpulan wakaf ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar,” jelasnya. Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Mataram berharap dapat membangun kesadaran kolektif di kalangan ASN dan pelajar madrasah untuk berpartisipasi aktif dalam wakaf dan sedekah sebagai bagian dari gerakan ekonomi umat berbasis nilai-nilai keagamaan.

Perwakilan dari Bank Syariah juga turut hadir menyampaikan informasi teknis terkait layanan pengumpulan wakaf uang, termasuk fitur-fitur perbankan syariah yang mendukung transparansi serta kemudahan transaksi zakat dan wakaf secara digital. Humas MANSA Mataram.