MAN 1 Mataram menyelenggarakan kegiatan Workshop Pendekatan Pembelajaran Deep Learning ,  kegiatan Workshop ini  diikuti oleh seluruh guru MAN 1 Mataram dan perwakilan KKM MAN 1 Mataram sebagai bentuk pengembangan profesionalisme pendidik. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Selasa – Rabu tanggal 1 s.d 2 Juli 2025 mulai pukul 08.00 hingga 13.30 WITA, bertempat di Aula H. M. Rasjidi MAN 1 Mataram.

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, H. Hamdun, SH., M. Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran di era Merdeka Belajar. Sebelum dibuka oleh Bapak Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram, Kepala MAN 1 Mataram Dr. H. Lalu Sirajul Hadi, S. Ag., M. Pd. Menyampaikan dalam sambutannya bahwa kita tidak boleh menjadi orang-orang yang tertinggal, merespon secara cepat,  secara sensitif, secara peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Jangan terlalu risau dengan perubahan-perubahan, aturan, kebijakan dan istilah yang dibuat oleh pemerintah terkait dengan pembelajaran.”Ungkapnya”.

Lebih lanjut H. Lalu Sirajul Hadi menyampaikan untuk NTB baru MAN 1 Mataram yang mengawali dan memulai workshop pengenalan dan orientasi tentang apa itu deep learning, karena kita tidak ingin tertinggal terlalu jauh dengan dinamika dan kebutuhan di luar, kita ingin cepat merespon perubahan-perubahan itu supaya kita lebih awal memulai belajar sehingga minimal kalau kita berdiskusi dengan orang-orang, apa sich deep learning itu, kita bisa mengimbangi diskusi itu dengan dialog-dialog yang argumentatif yang berdasarkan ilmu dan pengetahuan dan berdasarkan dari apa yang sudah kita pelajari termasuk melalui sharing season sharing eksperien, berbagi pengalaman, berbagi pengetahuan, berbagi info tentang perubahan-perubahan yang terjadi. Kita juga harus menunjukkan diri sebagai guru yang dirindukan oleh siswa-siswi, sehingga terlambat sedikit saja kita masuk kelas, siswa-siswi akan merasa gelisah. Jangan sebaliknya ketika guru terlambat masuk kelas siswa merasa senang bahkan berdo’a untuk tidak masuk kelas.

Selanjutnya, kegiatan workshop hari pertama dipandu oleh narasumber Musmuliadi, S.Pd., M. Pd., Ketua Tim Kerja Program Prioritas dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Prov. NTB dan dilanjutkan pada hari kedua oleh Hj. Hidmi Gramatolina Ramdhayani, S. Pd., M. Erg., M. Pd., Tenaga pendidik di SMKN 1 Gerung yang kompeten dalam bidang inovasi pembelajaran.

Pada hari pertama, narasumber memaparkan secara komprehensif mengenai konsep dan implementasi pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran. Materi yang disampaikan mencakup filosofi pembelajaran mendalam, karakteristik pembelajaran berbasis pemahaman, serta strategi penerapannya dalam proses belajar mengajar. Guru-guru diajak untuk memahami bahwa pendekatan Deep Learning tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, tetapi juga mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, reflektif, dan mampu mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata.

Pada hari kedua, peserta workshop dibagi dalam beberapa kelompok berdasarkan nama negara yang terlibat langsung dalam praktik membuat peta konsep mengenai perbedaan Asesmen Formatif dan asesmen sumatif baik dari segi tujuan, definisi, tehnik, dan jenis. Peserta workshop sangat antusias dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh narasumber. Selanjutnya penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang berbasis pendekatan Deep Learning. Dalam sesi ini, guru-guru menyusun rancangan pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan mendalam ke dalam aktivitas pembelajaran harian. Pendampingan dan umpan balik langsung dari narasumber membantu peserta dalam merancang RPP yang sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran bermakna dan berdiferensiasi, peserta bekerja secara kolaboratif merancang satu RPP utuh yang merepresentasikan karakteristik pembelajaran mendalam.

Setelah sesi penyusunan, masing-masing perwakilan kelompok diberikan kesempatan untuk memaparkan hasil rancangan RPP-nya di depan forum. Presentasi ini menjadi ajang berbagi praktik baik sekaligus refleksi bersama, di mana narasumber memberikan masukan, penguatan, serta saran pengembangan lebih lanjut agar pembelajaran benar-benar berpusat pada siswa dan memicu pemikiran tingkat tinggi.

Antusiasme peserta sangat tinggi terlihat dari diskusi yang dinamis, keterlibatan aktif dalam sesi kerja kelompok, hingga kesiapan para guru dalam menyampaikan hasil karyanya dengan percaya diri. Melalui workshop ini, diharapkan seluruh guru di MAN 1 Mataram dapat mengimplementasikan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran secara efektif dan konsisten, sehingga mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih kontekstual, mendalam, dan berpusat pada siswa. (Humas MAN 1 Mataram).